Perjalanan ke Morotai (Saksi Sejarah RI)

Dunia itu seluas langkah kaki. Jelajahi & Jangan Pernah Takut Melangkah , hanya dengan itu kita bisa mengerti kehidupan & menyatu dengannya.

Penempatan kerja (kimia farma) membuat langkah saya menginjakkan kaki di Pulau Morotai, salah satu spot wisata terbaik Indonesia. Dari tempat saya bekerja sekarang di Unit Ternate harus menempuh jarak yang cukup panjang untuk sampai ke morotai. Coba liat peta google berikut :

image

Asal usul Nama Morotai?

Menurut penduduk setempat, Morotai berasal dari kata Morotia yang artinya tempat tinggal orang-orang moro. Orang moro adalah manusia misterius atau orang hilang yang sulit dilihat dengan mata biasa, namun memiliki kebudayaan sebagai kelompok manusia biasa. Sebagian masyarakat berpendapat bahwa, terjadi perubahan pengucapan oleh orang Amerika saat itu dari kata Morotia (Moro Perempuan) diucap oleh orang Amerika menjadi “Morotai”. Sehingga mempengaruhi masyarakat pribumi dalam pengucapan kata Morotia menjadi Morotai. Dan karna itu sampai sekarang nama Morotai yang dipakai untuk menyebut nama pulau yang terletak di bibir pasifik ini.

Pada waktu itu tanggal 23 Oktober 2015, saya bersama teman kerja berangkat ke Morotai menggunakan kapal ferry. Kami berangkat pukul 10 malam. Berikut suasana di kapal kami :

image

image

Setelah menempuh perjalanan selama 8 jam, akhirnya kami sampai di Pelabuhan Morotai pada Jam 06.00 Pagi. Kami pun langsung bergegas di Resort Kami. Nah, setelah sampai di resort saya pun langsung takjub dengan keindahan alam sekitar resort.

image

image

Setelah itu, kami menuju Monumen Trikora. Monumen ini menjadi saksi pembebasan Irian Barat pada tahun 1960-1963. Pada waktu itu morotai dijadikan sebagai pangkalan militer untuk melawan penjajah. Sayangnya, pada saat kami kunjungi monumen trikora sudah tidak terurus padahal baru diperbaharui tahun 2010.

image

Kemudian kami lanjut perjalanan ke salah satu spot yang memiliki pemandangan yang indah Tanjung Gorango. Untuk ke sana kami harus menempuh jarak perjalanan 2 jam. Setelah sampai kami pun takjub dengan keindahan Pantai nya.

image

image

Nah, setelah puas kami langsung balik kembali ke resort untuk beristirahat.

Esok harinya, kami lanjut perjalanan ke pusat wisata sejarah di morotai Yakni Museum Perang Dunia II. Begini kira proses pemilihan morotai sebagai pangkalan sekutu waktu itu :

Pada bulan Juli 1944, Jenderal Douglas MacArthur, komandan South West Pacific Area, memilih Morotai sebagai lokasi untuk pangkalan udara dan fasilitas angkatan laut yang diperlukan untuk mendukung pembebasanMindanao, yang rencananya akan berlangsung pada tanggal 15 November. Karena Morotai belum berkembang, Morotai lebih dipilih daripada Halmahera yang karena wilayahnya yang lebih besar dan posisi pulau yang lebih dapat dipertahankan secara signifikan dinilai terlalu sulit untuk diamankan. Pendudukan Morotai ditetapkan sebagai Operasi Tradewind. Pendaratan dijadwalkan berlangsung pada tanggal 15 September 1944, hari yang sama dengan pendaratan Divisi Marinir ke-1 di Peleliu. Jadwal ini memungkinkan bagian utama dari Armada Pasifik Amerika Serikat untuk secara bersamaan melindungi operasi dari potensi serangan balik Jepang.

image

Sehabis dari tempat ini, kami lanjutkan ke Pulau Dodola. Namun sayang cuaca lagi tidak bersahabat, jadi kami hanya singgah sebentar untuk berfoto-foto.

image

image

Semoga teman-teman juga bisa ke morotai yang menjadi destinasi wisata sejarah & pantai yang indah.

About irsan_syarifuddin

PEKERJA BUMN KIMIA FARMA

Posted on October 5, 2016, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: