Monthly Archives: November 2013

Mengenal Farmasi Lebih Dekat

 Farmasi dapat didefinisikan dengan kata medicine tapi bukan dengan kata drugist. Bila medicine ini bermakna positif untuk menyembuhkan dan menambah taraf kesehatan pasien, sedangkan drugist bermakna negatif yakni penyalahgunaan obat-obatn seperti : narkotik dan obat-obatan terlarang.

 Farmasi dapat diartikan sebagai suatu tempat, profesi, dan kadang-kadang bisnis. Bila diartikan sebagai tempat maka dapat dikatakan bila farmasi merupakan tempat dispensing obat dan pelayanan resep pasien. Kita biasanya akrab dengan tempat-tempat terkait dengan obat-obatan seperti : Apotek, Drugstore, Rumah sakit, dan Puskesmas. Selayaknya ditempat seperti apotek harus ada farmasis yang bekerja.

 Sebagai profesi, farmasi dikenal dengan naman “Apoteker”, seorang apoteker diharapkan tidak melegal-kan penyalahgunan obat, dengan jalan tidak menerima resep ilegal dan mengontrol peredaran obat narkotik. Farmasi bekerja sesuai dengan kode etik profesi Apoteker dan harus mematuhi aturan-aturan dalam profesi kefarmasian (Apoteker). Seorang apoteker selayaknya dapat memberikan pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care) kepada pasien dan fokus kepada kesembuhan pasien. Seorang apoteker selayaknya juga bergabung dalam organisasi profesi seperti : Ikatan Apoteker Indonesia (IAI)

Namun ketika berbicara bisnis, farmasi dapat juga dalam bentuk drugstore yang menjual kosmetik atau obat OTC (over the counter), serta dapat juga barang-barang tertentu seperti : minuman, makanan, dan majalah. Farmasi yang berada pada bidang ini bisa disebut pharmacy manager. Ada dua goal penting yang ingin dicapai oleh seorang pharmacy manager, yakni care dengan pasien dan mencapai target (omzet) penjualan. Seorang pharmacy manager harus mengerti hal ini dan melakukannya dengan sebaik mungkin.

Jika kalian telah terjun ke dunia farmasi, maka banggalah kalian. Kalian telah berada pada jalur yang benar. Ayo kita kembangkan dunia kita ini !

 

Advertisements