DM (Diabetes Mellitus)

        Diabetes atau yang sering disebut “kencing manis” adalah penyakit yang muncul ketika terjadi gangguan dalam fungsi-fungsi tubuh yang mengatur karbohidrat, lemak, dan protein yang terkandung dalam makanan untuk  menghasilkan energi. Kurangnya jumlah hormon insulin atau kurangnya produksi hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas menimbulkan penyakit ini. 

       Insulin mengatur jumlah gula di dalam darah. Ketidakseimbangan jumlah insulin yang diproduksi dalam tubuh dapat merangsang timbulnya diabetes mellitus. Dalam keadaan normal, kira-kira 50% glukosa yang dimakan mengalami metabolisme sempurna menjadi CO2 dan air, 5% diubah menjadi glikogen dan kira-kira 30-40% diubah menjadi lemak. Pada diabetes melitus semua proses terganggu, glukosa tidak dapat masuk kedalam sel, sehingga energi terutama diperoleh dari metabolisme protein dan lemak.

        Penurunan berat badan merupakan tindakan yang sangat penting dalam pengendalian diabetes. Usaha penurunan berat badan harus dilakukan secara intensif terlepas dari obat apa yang diberikan Penurunan berat badan merupakan tindakan yang sangat penting dalam pengendalian diabetes. 

Pembagian DM

  1. Insulin Dependent Diabetes Melitus (IDDM) atau Diabetes Melitus tergantung Insulin disebabkan oleh destruksi sel β pulau langerhans akibat proses autoimun, biasanya didiagnosa pada anak-anak dan orang dewasa yang berusia kurang dari 30 tahun, meskipun penyakit ini dapat terjadi pada berbagai usia. Diabetes laten autoimun pada dewasa (LADA), yaitu tipe 1 onset lambat atau DM tipe 5, disebabkan karena diatbetes autoimun tipe 1 yang terjadi pada individu yang lebih tua dari usia yang umumnya. Pada tipe ini terdapat destruksi sel-sel beta pankreas sehingga tidak memproduksi insulin lagi dengan akibat sel-sel tidak bisa menyerap glukosa dari darah. Karena itu kadar glukosa darah meningkat di atas 10 mmol/L, yakni nilai ambang ginjal, sehingga glukosa berlebihan dikeluarkan lewat urin bersama banyak air (glikosuria). Dibawah kadar tersebut, glukosa ditahan oleh tubuli ginjal. Penyebabnya adalah suatu infeksi virus yang menimbulkan reaksi autoimun yang berlebihan untuk menanggulangi virus.  Akibatnya sel-sel pertahanan tubuh tidak hanya membasmi virus, melainkan juga turut merusak atau memusnahkan sel-sel Langerhans. Pada tipe ini faktor keturunan juga memegang peranan. Virus yang dicurigai adalah virus Coxsackie-B, Epstein Barr, morbilli dan virus pamtitis. 
  2. Non Insulin Dependent Diabetes Melitus (NIDDM) atau Diabetes Melitus tidak tergantung insulin disebabkan kegagalan relatif sel β dan resistensi insulin Lazimnya terjadi pada individu yang berusia diatas 40 tahun dengan insidensi lebih besar pada orang gemuk. DM tipe ini disebabkan oleh proses menua sehingga mengalami penyusutan sel-sel beta yang progresif serta penumpukan amiloid sekitar sel-sel beta. Sel beta yang tersisa umumnya masih aktif, tetapi sekresi insulinnya semakin berkurang. Selain itu kepekaan reseptornya semakin menurun. Hipofungsi sel-sel beta ini bersama resistensi insulin yang meningkat mengakibatkan gula darah meningkat (hiperglikemia). Resistensi insulin adalah turunnya kemampuan insulin untuk merangsang pengambilan glukosa oleh jaringan perifer dan untuk menghambat produksi glukosa oleh hati. Sel β tidak mampu mengimbangi resistensi insulin ini sepenuhnya, artinya terjadi defisiensi relative insulin. Ketidakmampuan ini terlihat dari berkurangnya sekresi insulin pada rangsangan glukosa, maupun pada rangsangan glukosa bersama bahan perangsang sekresi insulin lain.
  3. Diabetes Melitus Gestasional (DMG) Diabetes yang terjadi selama kehamilan. Umumnya, gejalanya akan sembuh dengan sendirinya setelah proses melahirkan. Terjadi sekitar 2%-5% dari semua kehamilan

Terapi

Penderita diabetes dapat mengendalikan penyakit mereka dengan :

  1. Diet. Makanan perlu dipilih secara seksama, terutama pembatasan lemak total dan lemak jenuh untuk mencapai normalisasi kadar glukosa dan lipida darah. Makanan seharusnya mengandung serat yang tinggi serta rendah lemak dan protein. Buah-buahan dan sayuran yang kaya akan kandungan mineral, vitamin dan antioksidan.
  2. Frekuensi makan. Di samping diet, penting pula membagi secara merata pemasukan kalori sepanjang hari. Hal ini perlu untuk menghindari terlalu meningkatnya kadar gula darah, yang merupakan rangsangan bagi pankreas untuk mensekresi insulin.
  3. Olahraga. Olahraga dapat meningkatkan sensifitas tubuh terhadap insulin dan lebih efektif membakar glukosa.
  4. Berhenti merokok karena nikotin dapat mempengaruhi secara buruk penyerapan glukosa oleh sel.

Pengobatan Secara Farmakologi

Antidiabetik Oral

  • Sulfonilurea

Mekanisme kerja

–       Merangsang pelepasan insulin dari sel β-pankreas

–       Mengurangi kadar glukagon dalam serum

–       Meningkatkan pengikatan insulin pada jaringan target dan reseptor

Obat-obat utama yang digunakan sekarang adalah tolbutamid, dan turunan generasi kedua, gliburid dan glipizid. Diberikan per oral, obat-obat ini terikat pada protein serum, dimetabolisme oleh hati dan diekskresikan oleh hati atau ginjal. Sulfonilurea dapat menembus plasenta dan dapat mengosongkan insulin dari pankreas janin, karena itu perempuan hamil dengan NIDDM seharusnya diobati dengan insulin

  • Biguanid: Metformin

Mekanisme kerja

Biguanida berbeda dari sulfonilurea karena tidak merangsang sekresi insulin. Risiko hipoglikemia lebih kecil daripada obat-obat sulfonilurea. Metformin dapat digunakan sendiri atau dalam kombinasi dengan sulfonilurea. Metformin bekerja terutama dengan jalan mengurangi pengeluaran glukosa hati, sebagian besar dengan menghambat glukoneogenesis. Efek yang penting adalah kemampuannya untuk mengurangi hiperlipidemia (konsentrasi kolesterol LDL dan VLDL menurun dan kolesterol HDL meningkat)

  • Penghambat α-glukosidase

Mekanisme kerja

Dalam duodenum zat ini berkhasiat menghambat enzim glukosidase (maltase, sukrase, glikoamilase) yang perlu untuk perombakan di/polisakarida dari makanan menjadi monosakarida. Dengan demikian pembentukan dan penyerapan glukosa diperlambat, sehingga fluktuasi gula darah menjadi lebih kecil dan nilai rata-ratanya menurun. Tidak seperti obat hipoglikemik oral lainnya, zat ini tidak merangsang pelepasan insulin dari pankreas ataupun meningkatkan kerja insulin di jaringan perifer. Contoh obatnya akarbose, miglitol.

ANTIDIABETIK PARENTERAL

 Insulin

Insulin merupakan protein kecil yang mengandung dua rantai polipeptida yang dihubungkan oleh ikatan disulfida. Disintesis sebagai protein prekursor (pro-insulin) yang mengalami pemisahan proteolitik untuk membentuk insulin dan peptida C, keduanya disekresi oleh sel β-pankreas

Mekanisme Kerja Insulin Insulin yang disekresikan oleh sel-sel β pancreas akan langsung diinfusikan ke dalam hati melalui vena porta, yang kemudian akan didistribusikan ke seluruh tubuh melalui peredaran darah. Efek kerja insulin yang sudah sangat dikenal adalah membantu transport glukosa dari darah ke dalam sel. Kekurangan insulin menyebabkan glukosa darah tidak dapat atau terhambat masuk ke dalam sel. Akibatnya, glukosa darah akan meningkat, dan sebaliknya sel-sel tubuh kekurangan bahan sumber energi sehingga tidak dapat memproduksi energi sebagaimana seharusnya.

About irsan_syarifuddin

PEKERJA BUMN KIMIA FARMA

Posted on September 30, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: