Uji MIC(Minimum inhibitory concentration)

MIC TEST

Uji ini dilaksanakan terhadap suatu sediaan antimikroba(baik itu desinfektan) untuk diketahui konsentrasi terendah dari antimikroba) tersebut dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme.Selain itu,uji MIC ini penting dilaksanakan untuk mengetahui resistensi suatu mikroba terhadap anti mikroba.

Adapun desinfekan itu merupakan suatu antimikroba berupa campuran bahan kimia yang digunakan untuk menginaktivasi pertumbuhan dari sutu mikroorganisme pada benda mati,seperti : superpell,wipol,dll.Desinfektan ini berbeda dengan antiseptic/sanitizer,karena umumnya desinfektan ini lebih kuat dibanding antseptic/sanitizer dan antiseptic biasanya digunakan pada permukaan tubuh manusia,mis: dettol,antis,dll.

Cara yang sering dilakukan untuk melakukan uji MIC digunakan alat,yaitu:

uji mic standar

Ada pun cara Uji MIC:

  1. Disediakan alat ,medium(medium agar atau medium kaldu),biakan murni mikroba,dan sampel antimiroba(superpell).
  2. Tabung reaksi diisi dengan pengencer steri (mis: NB, Mueller-Hinton kaldu)
  3. Dilakukan pengenceran dari sampel desinfektan pada tabung reaksi(1:20,1:401:80,dst.)
  4. Diinokulasikan mikroba dalam jumlah sesuai pada tabung reaksi.
  5. Diinkubasikan pada suhu 37 ⁰C dan selama 1×24 jam.
  6. Diamati kekeruhan yang terjadi pada tabung reaksi.
  7. Dilihat pada batas konsentrasi berapa bakteri masih dapat tumbuh pada tabung reaksi.

Kekuatan uji MIC :

  1. Uji MIC relatif mudah dan mudah untuk menyiapkan dan melaksanakan, yang tentu saja meningkatkan reproduktifitas
  2. Tes MIC dapat dilakukan pada skala yang sangat kecil (microtiter MIC).
  3. Tes MIC adalah cara mudah untuk menguji sifat antimikroba formulasi di antara berbagai parameter, seperti di spesies mikroba atau campuran surfaktan.
  4. Karena sedikit persiapan yang diperlukan untuk konsentrasi penghambatan minimum pengujian, tes turnaround times dapat tetap rendah.

Kelemahan uji MIC :

  1. Sedikit variasi dalam cara parameter uji MIC dapat memiliki dampak besar pada MIC jelas. Sebagai contoh, diperpanjangnya inkubasi akan membuat MIC tampak lebih tinggi, dan konsentrasi inokulum lebih rendah akan membuat MIC tampaknya lebih rendah.
  2. Hasil dari studi MIC harus dijaga dan dipertimbangkan dalam konteks yang tepat. Pada tabung yang sesuai dengan MIC, mikroorganisme hanyalah dicegah dari berkembang dan tidak selalu membunuh – ada masih dapat 500.000 sel-sel sehat dalam pembuluh pengenceran hanya menunggu untuk tumbuh seharusnya agen antimikroba menjadi dinetralisir!

PUSTAKA :

http://www.Wikipidea.com

http://www.antimicrobialtestlaboratories.com

About irsan_syarifuddin

PEKERJA BUMN KIMIA FARMA

Posted on March 19, 2010, in FARMASI and tagged . Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: