Penempatan kerja PT. Kimia Farma

Alhamdulillah senantiasa saya panjatkan kepada Allah Swt yang senantiasa memberikan nikmat kepada hambanya. Salah satu nikmat yang saya rasakan saat ini adalah saya mendapatkan penempatan di Apotek Kimia farma pelayanan RS Tidore, Provinsi Maluku utara. Namun, untuk sementara ini saya bekerja di RS Kandou Manado. Suatu nikmat juga bagi saya bisa menginjakkan kaki di kota Manado untuk satu atau dua bulan ini sebelum ke Tidore.

Happy new year 2014

Happy new year 2014 yah teman-teman pembaca blog saya. Semoga di tahun baru ini segala yang dicita-citakan akan tercapai dan semakin gemilang.
Berbicara mengenai cita-cita, alhamdulillah awal tahun ini saya mulai berkarir di salah satu BUMN yaitu PT. Kimia Farma (Persero), Tbk. Ya jika tahun-tahun lalu masih berjuang untuk menggapai titel Sarjana farmasi dan apoteker, ya tahun ini adalah tahun kerja bagi saya. Semoga teman-teman juga mulai menetapkan apa yang akan digapai tahun depan.
Sekali lagi happy new year 2014

Kepala BPOM RI Baru

image

Mulai hari ini (6 Des 2013) Badan pengawasan obat dan makanan (BPOM) RI akan dipimpin oleh Dr. Ir. Roy Alexander Sparringa, M.App.Sc menggantikan ibu Dra Lucky S Slamet, MSc. 
Pak Roy telah bergabung di BPOM RI sejak tahun 2001. Sejak itu pula Pak Roy telah menduduki beberapa jabatan penting seperti : Pada tahun 2007, Roy dipromosikan sebagai Asisten Deputi Bidang Perkembangan Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, Kementerian Riset dan Teknologi. Sempat berkarir di Kemenristek selama tiga tahun, sejak 13 Agustus 2010, Roy kembali mengabdi di Badan POM sebagai Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya.      
 Pak Roy lahir di Sidoarjo pada 1 Mei 1962. Adik Daniel Sparingga, Staf Khusus Presiden SBY bidang Komunikasi Politik, dan adik Helen
Sparingga, penyanyi era tahun 80-an. 
Jika dilihat pengalaman kerjanya di BPOM, maka pak Roy telah melewati jenjang yang cukup panjang dan sangat berpengalaman di Kementrian dan BPOM.     
Namun saya sebagai Apoteker cukup miris mendengar berita ini karena BPOM akan dipimpin lulusan non apoteker. Mungkin dengan mendengar BPOM saja maka selalu kita akan merujuk ke apoteker. Namun sekali lagi jabatan Kepala BPOM menjadi jabatan politis. Jabatan Kepala BPOM ditentukan oleh Menteri Kesehatan. 
 Ini menjadi pelajaran bagi Profesi Apoteker ini untuk segera berbenah diri. Segera memperkuat kekuatan politis di pemerintahan dan menambah ketajaman leadership.  
Semoga kedepannya lahir apoteker yang dapat memimpin lagi BPOM RI.

Mengenal Obat Efedrin

Mengenal obat Efedrin
Tadi pagi saya mendapat pertanyaan dari kerabat ..isi pertnyaannya seperti ini :
” Apakah Efedrin itu sejenis dengan salbutamol yang berfungsi sebagai obat sesak nafas ?     
Saya pun menjawab jika salbutamol diindikasikan untuk penyakit asma dan begitupun juga efedrin sebagai obat asma. Efedrin juga diindasikan untuk dekongestan, selesma, dan alergi.
image

#Apa itu Efedrin ?
Efedrin merupakan turunan alkaloid yang dapat ditemukan pada tanaman genus ephedra. Efedrin juga dikenal dengan nama psudoephedrine dengan sedikit perbedaan pada efek samping dan mekanisme kerja.

# Bagaimana mekanisme kerja efedrin ?
Efedrin memiliki dua mekanisme kerja utama, pertama mengaktifkan reseptor alfa dan reseptor beta pasca sinaps terhadap noraedrenaline secara tidak selektif. Kedua bekerja dengan melepaskan dopamin dan serotonin dari ujung saraf.

# Apa indikasi Efedrin ?
a. Sebagai obat asma dengan jalan melegakan pernafasan. Hal ini karena sifat efedrin yang dapat mengaktifkan reseptor beta adrrnerhik yang ada di saluran    pernafasan ( bronkodilator).
b. Sebagai obat dekongestan dengan jalan melegakan hidung tersumbat (dekongestan). Hal ini karena sifat efedrin yang mengaktifkan reseptor alfa adrenergik pada pembuluh darah peeifer yang mengakibtkan vasokonstriksi. Namun pertimbangan keamanan obat efedrin sudah jarang dipakai sebagai dekongestan. Lebih banyak digunakan psudoephedrine yang lebih aman yang mekanisme hampir mirip dengan efedrin namun psudoephedrine lebih lemah pada    efek reseptor beta adrenergik.
adapun efedrin ini juga kadangkala disalahgunakan yakni pesta “narkoba” untuk bersenang-senang Dan juga sebagai dopping Bagi atlet, serta dapat menyebabkan ketergantungan.  Hal ini bisa terjadi karena mekanisme kerja dalam pelepasan dopamin dan serotonin. Dopamin dikenal sebagai neurotransmitter yang dapat menimbulkan kesenangan dan ingin mengulang ulang sehingga terjadi ketagihan. Begitupun juga serotonin yang dapat menimbulkan efek senang.   

Sebaiknya efedrin jangan diberikan pada penderita jantung(stroke, hipertensi),diabetes, cemas.
Itulah sedikit penjelasan dari saya, lebih detailnya mengenai pemakaian efedrin pada   pengobatan dapat berkonsultasi pada apoteker atau dokter.

Resensi Buku : Connect – Surfing New Wave Marketing

image

Buku karangan Hermawan Kertajaya ini dipersembahkan dalam rangka ulang tahun yang ke 62. Buku terbitan Kompas tahun 2010 ini mencoba memberikan ide baru dalam marketing. Hermawan Kertajaya mencoba mengajak pembaca mengubah paradigma lama marketing “legacy” (bersifat vertikal) menjadi marketing “new wave” (bersifat horizontal). Maksud vertikal disini hubungan antara customer dan company yang belum connect,sedangkan horizontal itu sudah connect . Jika dulunnya model vertikal menggunakan metode 4C maka pada model horizontal menggunakan metode 5C. 4C ini adalah change,competitor,company, customer, kemudian pada 5C ada tambahan connect. Connect ini akan menghubungkan change,competitor,company,customer. Connect ini bukan sekedar terhubung tapi juga melibatkan peran customer dalam bisnis, perubahan ide,dll. Pada era digital seperti sekarang mobile connect seperti : facebook,twitter,path,instagram, telah berperan besar dalam connect ini.

Mengenal Farmasi Lebih Dekat

 Farmasi dapat didefinisikan dengan kata medicine tapi bukan dengan kata drugist. Bila medicine ini bermakna positif untuk menyembuhkan dan menambah taraf kesehatan pasien, sedangkan drugist bermakna negatif yakni penyalahgunaan obat-obatn seperti : narkotik dan obat-obatan terlarang.

 Farmasi dapat diartikan sebagai suatu tempat, profesi, dan kadang-kadang bisnis. Bila diartikan sebagai tempat maka dapat dikatakan bila farmasi merupakan tempat dispensing obat dan pelayanan resep pasien. Kita biasanya akrab dengan tempat-tempat terkait dengan obat-obatan seperti : Apotek, Drugstore, Rumah sakit, dan Puskesmas. Selayaknya ditempat seperti apotek harus ada farmasis yang bekerja.

 Sebagai profesi, farmasi dikenal dengan naman “Apoteker”, seorang apoteker diharapkan tidak melegal-kan penyalahgunan obat, dengan jalan tidak menerima resep ilegal dan mengontrol peredaran obat narkotik. Farmasi bekerja sesuai dengan kode etik profesi Apoteker dan harus mematuhi aturan-aturan dalam profesi kefarmasian (Apoteker). Seorang apoteker selayaknya dapat memberikan pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care) kepada pasien dan fokus kepada kesembuhan pasien. Seorang apoteker selayaknya juga bergabung dalam organisasi profesi seperti : Ikatan Apoteker Indonesia (IAI)

Namun ketika berbicara bisnis, farmasi dapat juga dalam bentuk drugstore yang menjual kosmetik atau obat OTC (over the counter), serta dapat juga barang-barang tertentu seperti : minuman, makanan, dan majalah. Farmasi yang berada pada bidang ini bisa disebut pharmacy manager. Ada dua goal penting yang ingin dicapai oleh seorang pharmacy manager, yakni care dengan pasien dan mencapai target (omzet) penjualan. Seorang pharmacy manager harus mengerti hal ini dan melakukannya dengan sebaik mungkin.

Jika kalian telah terjun ke dunia farmasi, maka banggalah kalian. Kalian telah berada pada jalur yang benar. Ayo kita kembangkan dunia kita ini !

 

Diklat PT. Kimia Farma (Persero), Tbk

pesertaFoto di atas menggambarkan peserta Diklat S1 & Profesi PT. Kimia Farma yang insyaAllah akan berlangsung 29 September-29 November 2013. Dari beberapa teman yang beruntung, saya juga masuk di dalamnya. Walaupun saya masih terbilang Fresh graduate, tetap saja saya bisa bergabung di dalamnya. Beruntung dan saya sangat bersyukur.

 

Catatan PKL Industri (Late Post)..hehehe

Inilah awal cerita saya yang akhirnya beruntung mendapatkan kesempatan untuk mengikuti PKL (Praktek Kerja Lapangan) industri di PT. Meiji Indonesia yang berlokasi Desa Mojoparon, Kab. Bangil, Jawa Timur.

Yah kenapa beruntung ? Karena awalnya memang Jadwal PKL yang sepertinya tidak memungkinkan bagi saya untuk mengikutinya karen masih bertabrakan dengan PKP Rumah sakit yang belum selesai waktu itu. Alhasil pun, setelah melalui proses panjang pihak PT. Meiji bersiap menerima kami pada tanggal 3 Juni-3 Juli 2013.

Saya pun memutuskan berangkat lebih awal, selain ingin melapor plus ingin juga jalan-jalan.

Akhirnya saya berangkat pada tanggal 25 Mei 2013……zzzztt akhirnya saya sampe Juga Di Bandara Juanda (Pertama Kalinya Buat saya melihat Bandara..hihihi :D)

Yah saya sempat-sempatin jalan-jalan ke Yogyakarta Waktu itu selama 2 hari..Enaaakk Yahh ..Ini nih foto waktu di Candi Prambanan

Gambar

Terus lanjut lagi ke Candi Borobudur ..Gambar

Selain itu juga jalan-jalan Ke Malioboro nggak dilupain dong buat beli ole-ole..

Yaa akhirny setelah Liburan……zzzztt,,,masuk juga deh PKL industri tagl 3 Juni-3 Juli 2013

Ini dia nih foto2 selama kegiatan PKL..

Gambar

Gambar

Gambar

Bangga deh Pokoknya bisa Meraskan gimana atmosfer kerja di Industri..apalagi Meiji yang merupakan perusahaan asing yang sangat ketat dalam menerapkan aturan..

nah,,setelah PKL selsai nih,,lburan lagii deh…Kali ini Tujuannya Bali (sumpah keren banget Bali,,pengen lagi ke sana..)

Ini nih foto-fotonya..

GambarGambar

Gambar

Akhirnya kesampean Juga Deh PKL plus jalan-jalan….Wassalam

Dosis (Takaran Obat)

DOSIS

Dosis merupakan banyaknya obat yang dapat dipergunakan atau diberikan kepada seorang penderita baik untuk obat dalam maupun luar. Kecuali dinyatakan lain, dosis merupakan dosis maksimum dewasa untuk pemakaian melalui mulut, injeksi subkutan, dan rektal.

Ada yang dikenal dengan dosis maksimum (DM) dan ada juga dosis lazim (DL). DM merupakan dosis pemakaian sekali ataupun sehari. Untuk pemberian obat melebihi batas DM itu harus dibubuhi tanda seru, paraf dokter, ataupun digarisbawahi nama obat tersebut. Sedangkan DL merupakan petunjuk yang tidak mengikat tapi digunakan sebagai pedoman umum. Misalnya, Obat CTM (4mg/tablet) dengan DM 40 mg/ hari dan DL 6-16 mg/hari, bila seseorang makan 3 kali sehari 2 tablet, berarti DM belum melampaui. Tapi ini dianggap tidak lazim karena hanya dengan makan 3 kali 1 tablet sehari sudah mencapai efek terapi yang normal.

Macam- macam dosis

  1. Dosis terapi : takaran obat yang diberikan dalam keadaan  bisa dan dapat menyembuhkan penderita.
  2. Dosis minimum : takaran obat terkecil yang diberikan yang masih dapat menyembuhkan dan tidak menimbulkan resistensi.
  3. Dosis maksimum : takaran obat terbesar yang diberikan yang masih dapat menyembuhkan dan tidak menimbulkan keracunan.
  4.  Dosis toksik : takaran obat yang diberikan dalam keadaan  bisa yang dapat menyebabkan keracunan penderita.
  5. Dosis letalis : takaran obat yang diberikan dalam keadaan  bisa yang dapat menyebabkan kematian pada penderita.

Perhitungan dosis

  1. Berdasarkan umur

      Rumus Young (untuk anak < 8 th)

–        Dosis = n(tahun)/n(tahun) +12 X dosis dewasa

      Rumrs Fried

–        Dosis = n(bulan)/150 X dosis dewasa

      Rumus Gaubius (pecahan X dosis dwasa)

–        0-1th = 1/12 X dosis dws

–        1-2th = 1/8 X dosisi dws

–        2-3th = 1/6 dosis dws

–        3-4th = 1/4 X doisis dws

–        4-7th = 1/3 X dosis dws

–        7-14th = 1/2 X dosis dws

–        14-20 = 2/3 X doisis dws

–        21-60th = dosis dws

–        Rumus Bastedo

–        Dosis = n(tahun)/30 X doisis dewasa

      Rumus Dilling

–        Dosis = n(tahun)/20 X dosis dewasa

      Rumus Cowling

–        Dosis = n(tahun)/24 X dosis dewasa

–        N = umur dalam satuan tahun yang digenapkan keatas. Misal pasien 1 tahun 1 bulan dihitung 2 tahun.

  1. Berdasarkan berat badan

      Rumus Clark (Amerika)

–        Dosis = bobot badan (pon)/150 X dosis dws

      Rumus Thremich-Fier (Jerman)

–        Dosis = bobot badan anak (kg)/70 X dosis dws

      Rumus Black (Belanda)

–        Dosis = bobot badan anak (kg)/62 X doisis dws

      Rumus Junkker & Glaubius (paduan umur dan bobot badan)

–        Dosis = % X doisi dws

  1. Berdasarkan luas permukaan tubuh

      Farmakologi

–        Dosis = luas permukaan tubuh anak/1,75 X dosis dewasa

      Rumus Catzel

–        Dosis = luas permukaan tubuh anak/luas permukaan tubuh dewasa X 100 X dosis dewasa

  1. Berdasarkan Jam pemakaian

      FI Satu hari dihitung 24 jam sehingga untuk pemakaian sehari dihitung:

–        Dosis = 24/n X

–        N = selang waktu pemberian

–        Tiap 3 jam = 24/3 X = 8 X sehari semalam:

      Menurut Va Duin: pemakaian sehari dihitung 16 jam, kecuali antibiotik sehari dihitung 24 jam

–        16/3 +1X = 5,3 + 1 = 6,3 dibulatkan 7 X

Kenali obat anda : Metformin

Metformin tersedia dalam metformin HCl dosis sejumlah 500 mg. Metformin merupakan obat derivat senyawa biguanid yang merupakan obat anti diabetik oral. Lebih dari 40 tahun yang lalu berbagai derivat biguanid (misalnya metformin, phenformin, buformin) digunakan dalam berbagai negara untuk pengobatan diabetes tipe 2. Semuanya kecuali metformin telah dihapus dari pasar internasional di tahun 1970 karena terkait resiko tingkat asidosis laktat.

Gambar
Derivat biguanid mempunyai mekanisme kerja yang berbeda dengan obat derivate sulfonylurea, obat-obat tersebut tidak bekerja dalam perangsangan pelepasan insulin tapi langsung pada organ target.
Mekanisme metformin berupa efek antihyperglikemik masih belum sepenuhnya jelas, namun dapat dimediasi oleh aktivasi hati dan otot adenosin monophosphateactivated protein kinase, yang merupakan regulator utama metabolisme lipid dan glukosa.
Metformin memperbaiki kadar glukosa puasa dan postprandial selama toleransi pengujian glukosa oral, sedangkan respon insulin plasma menjadi glukosa tidak berubah atau mungkin akan menurun dalam pasien dengan hiperinsulinemia.
Efek utama metformin pada pasien dengan diabetes adalah untuk mengurangi produksi glukosa hepatik, terutama dengan menurunkan glukoneogenesis, tetapi mungkin juga, sebagai efek yang lebih rendah, meningkatkan penyerapan glukosa oleh otot rangka.

Diabetes Tipe 2
Diabetes tipe 2 adalah berbeda dari diabetes tipe 1 dalam arti bahwa kemudian terjadi kebanyakan di usia pertengahan yang bertentangan dengan mantan yang terjadi pada saat lahir atau di masa kecil. Selain itu, pada diabetes tipe 2 lemak, hati, dan sel-sel otot tidak merespon dengan benar terhadap insulin. Hal ini disebut resistensi insulin. Akibatnya, gula darah tidak masuk ke sel-sel yang akan disimpan untuk energy.
Meskipun ada banyak obat-obatan yang tersedia saat ini untuk pengobatan diabetes tipe 2, termasuk tipe zaman baru seperti Avandia, Amaryl, Actos, Januvia, Glucatrol, Prandia dan Starlix, metformin masih menjadi yang terbaik di antara obat-obatan untuk banyak alasan yang berbeda. Metformin telah di pasarkan selama lebih dari 15 tahun dan sekarang masih tetap menjadi salah satu obat pengobatan DM tipe 2 yang paling populer di kalangan masyarakat

Metformin HCL
Metformin HCL tidak hanya efektif dalam mengobati diabetes tipe 2 tapi tidak menyebabkan kenaikan berat badan sebagai efek samping. Obat benar-benar dapat membantu seseorang untuk menurunkan berat badan. Karena sebagian besar pasien diabetes tipe 2 yang kelebihan berat badan dan obesitas, penurunan berat badan dengan metformin merupakan efek samping positif atau bonus tambahan dari obat ini. Untuk alasan ini, metformin kadang-kadang diresepkan untuk individu bahkan kelebihan berat badan dan obesitas untuk tidak hanya membantu mereka menurunkan berat badan tetapi juga mencegah mereka dari risiko terkena diabetes di masa depan.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.