Dosis (Takaran Obat)

DOSIS

Dosis merupakan banyaknya obat yang dapat dipergunakan atau diberikan kepada seorang penderita baik untuk obat dalam maupun luar. Kecuali dinyatakan lain, dosis merupakan dosis maksimum dewasa untuk pemakaian melalui mulut, injeksi subkutan, dan rektal.

Ada yang dikenal dengan dosis maksimum (DM) dan ada juga dosis lazim (DL). DM merupakan dosis pemakaian sekali ataupun sehari. Untuk pemberian obat melebihi batas DM itu harus dibubuhi tanda seru, paraf dokter, ataupun digarisbawahi nama obat tersebut. Sedangkan DL merupakan petunjuk yang tidak mengikat tapi digunakan sebagai pedoman umum. Misalnya, Obat CTM (4mg/tablet) dengan DM 40 mg/ hari dan DL 6-16 mg/hari, bila seseorang makan 3 kali sehari 2 tablet, berarti DM belum melampaui. Tapi ini dianggap tidak lazim karena hanya dengan makan 3 kali 1 tablet sehari sudah mencapai efek terapi yang normal.

Macam- macam dosis

  1. Dosis terapi : takaran obat yang diberikan dalam keadaan  bisa dan dapat menyembuhkan penderita.
  2. Dosis minimum : takaran obat terkecil yang diberikan yang masih dapat menyembuhkan dan tidak menimbulkan resistensi.
  3. Dosis maksimum : takaran obat terbesar yang diberikan yang masih dapat menyembuhkan dan tidak menimbulkan keracunan.
  4.  Dosis toksik : takaran obat yang diberikan dalam keadaan  bisa yang dapat menyebabkan keracunan penderita.
  5. Dosis letalis : takaran obat yang diberikan dalam keadaan  bisa yang dapat menyebabkan kematian pada penderita.

Perhitungan dosis

  1. Berdasarkan umur

      Rumus Young (untuk anak < 8 th)

–        Dosis = n(tahun)/n(tahun) +12 X dosis dewasa

      Rumrs Fried

–        Dosis = n(bulan)/150 X dosis dewasa

      Rumus Gaubius (pecahan X dosis dwasa)

–        0-1th = 1/12 X dosis dws

–        1-2th = 1/8 X dosisi dws

–        2-3th = 1/6 dosis dws

–        3-4th = 1/4 X doisis dws

–        4-7th = 1/3 X dosis dws

–        7-14th = 1/2 X dosis dws

–        14-20 = 2/3 X doisis dws

–        21-60th = dosis dws

–        Rumus Bastedo

–        Dosis = n(tahun)/30 X doisis dewasa

      Rumus Dilling

–        Dosis = n(tahun)/20 X dosis dewasa

      Rumus Cowling

–        Dosis = n(tahun)/24 X dosis dewasa

–        N = umur dalam satuan tahun yang digenapkan keatas. Misal pasien 1 tahun 1 bulan dihitung 2 tahun.

  1. Berdasarkan berat badan

      Rumus Clark (Amerika)

–        Dosis = bobot badan (pon)/150 X dosis dws

      Rumus Thremich-Fier (Jerman)

–        Dosis = bobot badan anak (kg)/70 X dosis dws

      Rumus Black (Belanda)

–        Dosis = bobot badan anak (kg)/62 X doisis dws

      Rumus Junkker & Glaubius (paduan umur dan bobot badan)

–        Dosis = % X doisi dws

  1. Berdasarkan luas permukaan tubuh

      Farmakologi

–        Dosis = luas permukaan tubuh anak/1,75 X dosis dewasa

      Rumus Catzel

–        Dosis = luas permukaan tubuh anak/luas permukaan tubuh dewasa X 100 X dosis dewasa

  1. Berdasarkan Jam pemakaian

      FI Satu hari dihitung 24 jam sehingga untuk pemakaian sehari dihitung:

–        Dosis = 24/n X

–        N = selang waktu pemberian

–        Tiap 3 jam = 24/3 X = 8 X sehari semalam:

      Menurut Va Duin: pemakaian sehari dihitung 16 jam, kecuali antibiotik sehari dihitung 24 jam

–        16/3 +1X = 5,3 + 1 = 6,3 dibulatkan 7 X

About these ads

About muhammadcank

Now,i study in Hasanuddin university

Posted on September 30, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: